Jumat, 20 April 2012

Bagaimana proses orang membaca ?

Ketika membaca, mata Anda melihat berbagai tanda atau simbol sekaligus dapat menangkap tanda-tanda tersebut. Misalnya semacam "membaca" berlangsung pula bila Anda melihat tanda-tanda pada rambu-rambu lalu lintas atau bila seorang insinyur "membaca" tanda -tanda pada sehelai gambar cetak biru ataupun bila seorang Indian melihat "isyarat-isyarat asap".
Bila lita berkata "membaca", lazimnya yang dimaksudkan ialah membaca tulisan atau cetakan. Tapi dalam melakukan itu harus juga dipahami maksud simbol atau tanda yang tertulis. Hal pertama dalam belajar membaca adalah kita harus bisa mengenal dan membedakan berbagai tanda atau huruf. Lalu kita harus memahami pula makna suatu "perkataan" (yaitu kelompok tanda atau huruf). Tapi untuk dapat memahaminya harus dapat kita hubungkan tanda atau perkataan itu dengan pengalaman kita.


Sepanjang sejarah, bermacam cara digunakan untuk mengajar anak-anak agar pandai membaca. Sistem pengejaan mulai dengan mengajar nama-nama huruf abjad menurut urutannya. Kemudian digabungkan dua buah huruf, lalu tiga buah dan anak belajar mengeja dan melafalkan suku kata, kemudian suku kata itu digabungkan menjadi perkataan, suku kalimat dan kalimat lengkap.
Sistem fonetik mengajarkan bunyi tiap-tiap huruf lalu menggabungkan bunyi-bunyi itu menjadi perkataan. Mulanya hanya dibentuk perkataan yang pendek-pendek kemudian yang lebih panjang. Adalagi sistem lain yang mengajar anak menghafalkan bentuk-bentuk perkataan. Akhirnya, ada sistem yang menggunakan bunyi-bunyi kata dan penghafalan bentuk kata, suku kalimat serta kalimat lengkap.
Namun kita hanya bisa belajar membaca bila kita sudah siap untuk belajar. Untuk itu perlu kita sanggup melihat perkataan dan tanda yang sama dan berbeda; kita harus ingat bentuk suatu perkataan; kita harus ingat ide-ide dalam urutannya yang wajar; dalam hati harus kita bayangkan benda yang disebut dengan perkataan itu, kita harus menggerakkan mata dari kiri ke kanan pada halaman bacaan dan banyak lagi hal-hal lain.

Selengkapnya.....

Jumat, 13 April 2012

Berapa Lama Orang Bisa Tahan Tanpa Makan ?

Banyak diantara kita yang merasa kurang enak bila ketinggalan satu kali makan dan bila tidak makan selama 12 jam saja badan sudah merasa lemah. Tapi ada pula orang yang bisa "berpuasa" cukup lama. Berbagai rekor puasa jangka lama telah dikemukakan, namun karena tidak disertai keterangan dokter, rekor ini umumnya disangsikan kebenarannya. Seorang wanita di Afrika Selatan mengaku hanya meminum air murni dan air soda selama 102 hari. Siapa yang percaya?


Kemampuan makhluk hidup untuk bertahan lama tanpa makan, berbeda-beda bagi tiap-tiap jenis. Misalnya caplak atau kutu anjing yang hidup pada badan binatang berdarah panas, bisa bertahan selama setahun tanpa makan. Binatang berdarah panas lebih cepat menghabiskan cadangan zat gizi di dalam badannya.
Kenyataan lainnya adalah bahwa binatang bertubuh kecil yang bergerak dengan gesit, lebih cepat menghabiskan cadangan zat gizi dalam tubuhnya. Burung jenis kecil-kecil akan mati kelaparan dalam waktu lima hari, anjing akan mati kelaparan dalam waktu 20 hari. Secara umum boleh dinyatakan bahwa binatang berdarah panas akan tewas bila bobot badannya telah turun 50 % dari bobot normal.
Bobot badan merupakan faktor penting. Manusia dan makhluk lainnya, hidup dalam keadaan keseimbangan metabolis, artinya akan mempertahankan bobot badan setelah mencapai titik tertentu. Pengendalian bobot badan itu diatur dengan jalan rasa haus, rasa lapar dan selera makan.
Bila terdapat kekurangan zat gizi dalam darah, hal ini akan dicatat pada pusat rasa lapar dalam otak. Badan kita akan mengeluarkan isyarat meminta bahan bakar (makanan) tambahan. Dan selera kita biasanya menjamin bahwa kita memilih menu yang serasi untuk memperoleh zat-zat gizi yang cocok. Secara fisik manusia bisa hidup tanpa air atau menahan haus hingga maksimal 3-5 hari. Sementara untuk menahan lapar manusia bisa bertahan tidak makan hingga 8 minggu dengan catatan masih mengonsumsi air. Tapi jika kondisi fisik orang tersebut baik, maka bisa membuat seseorang bertahan lebih lama lagi.

Selengkapnya.....