Sabtu, 13 Agustus 2011

Mitos Tentang Kemandulan (2)

Berikut ini adalah lanjutan dari penjelasan dr.Handrawan Nadesul untuk meluruskan salah kaprah tentang kemandulan:
  1. Pasangan yang semula normal, bisa menjadi mandul juga.
  2. Hal ini bisa terjadi jika terjadi proses penyakit atau gangguan yang berakibat tidak terjadinya pembuahan. Gangguan buah zakar akibat lecet, terpukul, tergencet, dan sebagainya bisa mengganggu fungsi dan produksi sperma. Suami yang pernah menjalani operasi kandung kemih, pemotongan kelenjar getah bening di sekitar dubur, atau bedah prostat, juga terancam kemandulan. Sedangkan pada wanita, gangguan kedua sisi indung telur yang muncul setelah punya anak, berakibat bakal tidak bisa punya anak lagi. Hal yang sama terjadi jika oleh sesuatu sebab rahim perlu diangkat.
  3. Orang mandul tidak kelihatan dari penampilan fisiknya.
  4. Adanya kelainan atau gangguan fungsi dalam organ reproduksi belum tentu selalu kelihatan dari penampilan luar. Kecuali apabila kelainan ini memang bersifat bawaan. Kasus kemandulan lain mungkin bisa dilihat dari sosok tubuh wanita yang terlalu kurus atau bahkan terlalu gemuk. Wanita yang memiliki banyak bulu mungkin mengalamigangguan hormon. Wanita yang menderita penyakit gondok, dimana puting susunya menitikkan air mata padahal tidak sedang menyusui merupakan salah satu tanda adanya gangguan dalam fungi kelenjar hormonal di otak. Kita juga harus curiga jika melihat pria berpayudara besar atau memiliki buah zakar lebih kecil daripada normal.
  5. Kemandulan pada pria bisa bersifat sementara.
  6. Gangguan produksi air mani bisa terjadi akibat minyakkapas. Hal ini pernah terjadi beberapa dasawarsa sebelumnya di Cina dimana di sebuah desa kecil semua prianya mandul. Ternyata penyebabnya karena mereka memiliki kebiasaan mengkonsumsi minyak kapas. Akhirnya minyak kapas diproduksi sebagai obat KB (yang waktu itu diberi nama Gossipol) bagi pria. Selain itu, obat golongan sulphasalazine yang tergolong obat maag juga dapat menurunkan mutu sperma untuk sementara waktu
  7. Akibat stres.
  8. Walau masih kontroversial, ada studi yang melihatnya demikian. Pada wanita, stres dapat mengganggu proses keluarnya sel telur sewaktu ovulasi, sehingga telur tidak keluar dan pembuahan sudah tentu tidak terjadi. Tapi pada pria, entah bagaimana stres juga bisa mempengaruhi kesuburannya. Namun pemakaian celana dalam maupun luar yang terlampau ketat bisa dipastikan menurunkan mutu sperma.
  9. Kemandulan karena sifat rahim yang menolak sperma.
  10. Memang ada jenis kemandulan karena ketidakcocokan sperma bagi wanita tertentu. Tubuh wanita menolak sperma suami dan membunuhnya sehingga sperma mati sebelum berperang. Bisa juga tubuh si pria sendiri yang menolak kehadiran spermanya sendiri (autoimunitas) sehingga spermanya sudah gugur sebelum menyerang. Ini bisa dilihat dari hasil pemeriksaan analisis air mani. Kedua hal diatas bisa diatasi dengan obatpenawar reaksi antinya.
Kini kita tahu ada begitu banyak penyebab kemandulan pada pria maupun wanita. Seorang suami maupun istri mempunyai kemungkinan mandul sama besarnya, yaitu 40%. Sebanyak 20% merupakan kemandulan bersama, baik disebabkan oleh si istri maupun si suami. Dari 10% kemandulan dalam masyarakat, seperdelapannya merupakan kemandulan yang tak bisa disembuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar