Jumat, 04 November 2011

Kisah Persahabatan


Ini adalah kisah persahabatan dua anak manusia. Yang satu adalah putra presiden, yang satunya pemuda rakyat jelata bernama Pono. Persahabatan ini sudah terjalin sejak lama ketika mereka masih di bangku sekolah. Pono punya kebiasaan yang kadang menjengkelkan. Apa pun peristiwa yang terjadi di depannya selalu dianggap positif. "Itu baik!" katanya senantiasa.
Hari itu seperti yang sering mereka lakukan, Pono menemani sahabatnya berburu. Tugasnya membawa senapan dan mengisi peluru agar selalu siap digunakan. Entah kenapa, barangkali belum terkunci secara sempurna, setelah diserahkan kepada sahabatnya senapan itu meletus.

Akibatnya cukup fatal. Ibu jari putra presiden terkena terjangan peluru dan putus. Melihat itu tanpa sadar dengan kalemnya Pono berkomentar. "Itu baik!" Kontan sahabatnya naik pitam. "Bagaimana kau ini! Jempolku putus tertembak, malah dibilang baik!!" Agaknya, kali ini kelakuan Pono tak termaafkan. Ia dijebloskan ke penjara.
Beberapa bulan kemudian, sang putra presiden kembali pergi berburu ke hutan. Malangnya, ia tersesat dan ditangkap suku primitif yang masih kanibal. Malam harinya, dalam keadaan terikat ia akan dibakar untuk disantap ramai-ramai. Anehnya, mendadak ia dibebaskan. Belakangan ketahuan, suku tersebut pantang memangsa makhluk yang organ tubuhnya tidak lengkap.
Nasib baik itu membuat putra presiden termenung. Ia teringat kembali peristiwa ketika jempolnya putus tertembak lantaran ulah Pono. Ia kemudian menemui Pono di penjara. "Ternyata kau benar, ada baiknya jempolku tertembak," katanya sambil menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya ketika berburu. "Aku menyesal telah memenjarakanmu."
"Oh, tidak! Bagiku ini baik!"
"Bagaimana kau ini? Memenjarakan teman sendiri kau bilang baik?"
"Kalau aku tidak dipenjara, pasti saat itu aku bersamamu."
Begitulah kehidupan ini, selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa yang terjadi. Pandai-pandailah kita untuk menyikapinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar